<$BlogRSDUrl$>
ini untuk banner blogger
  tempatkita       tempatku  
   
 
     
 

Saturday, August 30, 2003

saatnya
curhat

Lukisan Cinta
(Bilden Liebe)

Diary-ku tersayang...

Hari ini aku merasa bingung, bukan karena aku mendapat nilai buruk untuk ujian Fisika, juga bukan karena tak bisa re-bound saat olahraga tadi pagi. Karena hal itu sudahlah biasa. Tapi aku bingung saat pelajaran menggambar. Pak Guru memintaku untuk menggambar sesuatu dari pikiran kami, dan aku pun menggambar apa yang sedang kupikirkan.

Kucoba menggambar CINTA!!

Aku telah siapkan pinsil 2B yang telah runcing teraut, juga selembar kertas putih bersih hasil sitaan dari temanku. Dan aku pun telah siap menggoreskan sebuah lukisan, namun tiba-tiba kuterhenti tepat saat runcing ujung pinsilku menyentuh putih kertas gambar.

Inginku menggambarkan cinta yang ramah tersenyum, namun pikiran melayang pada kisah temanku yang merana dan bermuram durja. Katanya, ia telah dikhianati cinta hingga ingin mati rasanya. Kucoba menggambarkan cinta yang berwajah sedih sayu, namun ku sedang rasakan indahnya cinta saat ini. Wajahnya tak mampu terhapus oleh badai, apalagi rintik hujan pagi hari. Dan kugerakkan tanganku tuk gambarkan cinta yang tersenyum sinis memandang langit, namun terbayang senyum ibuku yang menyejukkan jiwaku. Senyum yang mengatas-namakan cinta itu, mampu menghalau angin tornado sekalipun dari hadapan hatiku. Maka kuputuskan kan kugambar cinta dalam senyum ramah kedamaian, tapi itupun kuurungkan saat bayangan yang masih jelas lekat di mataku betapa sadisnya peluru kendali Amerika yang menghantam Baghdad. Menghancurkan sarana umum, membunuh anak tak berdosa dan mengalirkan air mata darah dari mata ibu mereka. Yang ironisnya, hal itu mengatas-namakan perdamaian yang didasarkan atas cinta. Akhirnya kubuang pensil 2B ku dan kuraih krayon warna merah darah untuk menggambar cinta, karena itulah yang terjadi saat cinta disebut, mengalirkan DARAH.

Namun itu pun tak mampu kulakukan, karena kutahu dan kurasakan aku hidup bahagia karena ku merasakan cinta. Aku pun tak mampu menggambar, dan kubiarkan kertas putih itu tetap putih, seputih cinta yang seharusnya. Dan aku pun di-strap Pak Guru.

.......

Manusia telah membendakan cinta, meski mereka tahu cinta bukanlah benda. Kau takkan mampu lukiskan cinta seperti kau takkan mampu gambarkan manisnya madu. Kau takkan mampu goreskan warna tuk ungkapkan cinta seperti kau takkan mampu berikan warna tuk wakili bahagia.

Karena cinta bukan benda.
Cinta adalah perasaan yang hadir saat kau bahagia.
Bahagia saat kau bertemu dengannya...
Bahagia saat kau bersamanya...
Bahagia saat kau genggam erat tangan mereka...

--R. S. N--
seniorku, teknisi yang sastrawan

published by: RaKa Mardika @ 30.8.03

Berbagi rasa, berbagi suka, berbagi ide dan pengalaman

.: is this rha-k's webLOG? :.

Previous post: Today Question's... Tips of Life... Ucapan Selamat... Today Thanks... Personal Soundtrack... saatnyacurhat... Today Thanks... saatnyacur-hat... ? blog-tech ?... Today Thanks...

This page is powered by Blogger :)


 
     
 
  Mardi-k Lab. (contact) 1996-sekarang