<$BlogRSDUrl$>
ini untuk banner blogger
  tempatkita       tempatku  
   
 
     
 

Thursday, July 31, 2003

saatnya
cur-hat

di
antara
SULAIMAN
dan
FIR'AUN

Aku sendiri, malam ini. Lebih tepat lagi, 'menyendiri'. Menikmati sepi dan menghindari hiruk pikuk suara manusia. Ditemani The Corrs dengan 'Everybody Hurts'-nya. Entah apa yang sedang aku cari dengan kesendirian ini. Aku hanya duduk memandangi bintang, langit, dan suasana galaksi bima sakti. Bengong, tak keruan juntrungannya.

Aku menghela nafas dalam-dalam ketika aku harus menyadari siapa diri ini sepenuhnya. Ditambah lagi dengan hadirnya kenyataan bahwa ada beberapa manusia yang menyandarkan harapannya pada punggung kurusku. Harapan hidup? Bukan. Tak sebesar itu. Hanya semacam harapan Zulaikha pada Yusuf, atau seperti Harapan Balkis pada Sulaiman. Atau terpekur lama sekali. Mencoba memandang wajah mereka yang tulus. Tentu saja, tidak pada waktu yang bersamaan. Tetapi pada waktu yang berlainan, pada masa yang berbeda. Aku ingin sekali benar-benar merasakan bahwa memang mereka adalah Zulaikha, bukan Aisyah. Mereka adalah Balkis, bukan Fatimah. Aku terenyuh, ketika menyadari bahwa mereka adalah jiwa-jiwa yang suci, yang bersih dan ya jiwa yang senantiasa dikerubuti sifat-sifat manusia, bukan binatang. Baik, jujur, suka menolong, sabar, ramah, murah senyum, cantik, bersih, dan beberapa sifat lain yang memang seharusnya dimiliki manusia, setia dan patuh.

Aku menghela nafas dan menghembuskannya kencang sekali, berusaha melemparkan sesak di dada ini. Aku? Aku...? Siapakah aku ini? Seorang Raja? Seorang Saudagar? Seorang Konglomerat? Sehingga mereka seakan begitu yakin, akulah Sulaiman, Akulah Yusuf. Aku? Siapakan seonggok daging busuk yang berjalan ini? Yang hampir setiap hari mengeluh pada manusia. Yang hampir setiap saat mencaci TUHANnya. Mereka tak pernah tahu siapa aku sebenarnya. Aku adalah Namrud bukan Yusuf. Dan Aku adalah Fir'aun bukan Sulaiman. Aku adalah aku. Aku hanya ingin menemani kalian "TO HEAR", bukan "TO LISTEN". Aku hanya ingin bilang "Aku turut berbela sungkawa" dan tak pernah menawarkan untuk menjadi bagian dari solusi ke-bela sungkawa-an itu. Aku hanya ingin mendengar keluh kalian, dan menyampaikannya pada Yusuf dan Sulaiman, bukan menjadi sang pahlawan yang datang dengan seribu janji dan harapan. Aku sangat lemah, dan memang lemah. Apa yang aku punya adalah kepunyaan-NYA. Setiap saat bisa hilang, bisa diambil dan bisa punah. Aku tak merasa memiliki apa pun. Aku sedang merendahkan diri agar dibilang aku rendah hati? Tidak. Aku hanya sedang mencaci kekurangan yang ada padaku. Aku hanya sedang menajamkan azam bahwa aku harus berbenah.

Untuk menjadi Yusuf dan Sulaiman, tentu perlu waktu. Dan sudah pasti itu sangat berat. Tapi bukan berarti aku tak punya harapan sedikit pun ke arah sana. Aku ingin sekali menjadi Yusuf dan Sulaiman. Mereka adalah bangsawan dengan latar belakang yang berlawanan. Yang satu anak orang miskin, yang satunya anak orang kaya. Tapi mereka sama-sama berhasil menjadi harapan bagi Zulaikha dan Balkis. Bahkan tak hanya itu, mereka menjadi harapan bagi rakyatnya.

Dan sekarang? Aku masih menjadi Fir'aun. Fir'aun yang beda sekali dengan Fir'aunnya Musa. Aku hanya memiliki sifatnya yang sombong dan egois, tetapi tak mewarisi kecerdasan dan kekuasaannya yang sangat besar. Fir'aun cap Indonesia, tepatnya. Lalu kenapa pula kalian mengira aku adalah Yusuf atau Sulaiman? Kalian yang buta atau aku yang pandai mengibuli kalian?

Aku memang menyayangi kalian sebagaimana aku menyayangi manusia. Seperti sayang seorang Isa (Yesus), seperti kasih seorang Abu Bakar. Karena cinta tak sesempit yang digambarkan dalam baitnya Dewa, Sheila, Padi, dan manusia-manusia sok tahu lainnya. Karena cinta tak hanya dimonopoli untuk wanita. Karena cinta tak sepicik pandangan Rama, Shinta, Romeo dan Juliet. Karena cinta tak sebejat prasangka manusia-manusia yang merasa suci dari birahi. Cinta adalah cinta. Tak lebih, tak kurang. Biasa saja.

Aku terhenyak dan beranjak dari tempat dudukku, ketika aku dengar teman kost-ku berteriak, "Reno...!!!, ada telfon dari Juwita..! Trus kemaren Anjani titip salam..!"

Disarikan dari Cerita seorang kawan
maap banget kalo ngira ini kisah pribadiku
:D

published by: RaKa Mardika @ 31.7.03

Berbagi rasa, berbagi suka, berbagi ide dan pengalaman

.: is this rha-k's webLOG? :.

Previous post: ? blog-tech ?... Today Thanks... saatnyacur-hat... :: senyum ::... Tips of Life... Today Thanks... saatnyacurhat... Today Thanks... saatnyacurhat... Today Thanks...

This page is powered by Blogger :)


 
     
 
  Mardi-k Lab. (contact) 1996-sekarang