<$BlogRSDUrl$>
ini untuk banner blogger
  tempatkita       tempatku  
   
 
     
 

Sunday, September 28, 2003

saatnya curhat

+ versi satu +

Hmm... Berawal dari kirim2an e-mail... Trus kita janjian untuk ketemuan... Entah mengapa, hubungan kami menjadi semakin dekat... Kami bertemu lagi beberapa hari kemudian... Aku mengantar sampai ke rumahnya, bertemu ortu dan adik2nya... Karena kemalaman, aku pun menginap di tempatnya... Memang, waktu lebih banyak kuhabiskan untuk berinteraksi dengan keluarganya... Tapi mungkin karena itulah , "rasa sayang" jadi muncul... Kami memang baru kenal, tapi seperti terasa sudah saling mengenal sejak lama... Entahlah... Aku juga sedang berusaha untuk memahami perihal ini seutuhnya.

Ternyata ayahnya pernah berjaya beberapa belas tahun silam. Hidup mereka berkecukupan bahkan mungkin dapat dikatakan berlebihan untuk masa itu. Tapi, Tuhan memang Maha Kuasa. Beliau bisa meng-ada-kan sekaligus meniadakan apa2 pada kita. Dan apa yg terjadi pastilah memiliki hikmah untuk diambil. Krisis multi-dimensi telah menghempaskan segalanya, begitulah kata orang2 yang merasa kurang diuntungkan dengan situasi seputar reformasi nasional.

Masih kuingat jelas dia pernah berkata kepadaku, "Aku jadi tau betapa mudahnya Tuhan melakukan sesuatu, segalanya mudah saja bagi-Nya..." Kemudian dia meneruskan, "Aku kini juga jadi tau kesulitan hidup... Yang mungkin nggak akan aku rasakan kalo saja kemapanan dan keberadaan terus bersama keluargaku..." Efeknya, jadi bertambahlah rasa sayangku kepadanya :) Hubungan kami jadi semakin bertambah dekat. Kami jadi lebih sering bertemu. Dan walaupun kadang muncul keinginan yg tidak2 dalam hubungan kami, tapi dia selalu bisa menghindar dan nampaknya belum siap atau berpikir bahwa sekarang ini belumlah saat yang tepat. Entahlah, terus terang memang aku miskin pengalaman dalam hal ini. Tapi aku bersyukur, karena nampaknya dia cukup pandai menjaga diri.

Akhir minggu yang lalu, aku merencanakan untuk berkunjung ke rumahnya... Bermaksud mengutarakan niat baikku untuk lebih serius dengannya... Melegalisasi hubungan kami, sekedar mengatakan pada keluarganya bahwa mereka tidak perlu terlalu resah melihat hubungan aku dan dia, karena aku berjanji akan menjaganya selama dia bersamaku... Sudah terbayang di benakku, aku berdialog dengan ayah-ibunya, mungkin juga disaksikan adik2nya... Minta ijin untuk mengajak dia ke tempatku, memperkenalkannya pada keluargaku... Atau setidaknya pada ayah dan ibu-ku.

Tapi... Kejadiannya lain... Pada hari yang telah direncanakan, ternyata dia mendapat tugas kantor ke luar kota... Sehingga rencana kami pun bergeser prioritasnya. Malam harinya kutelpon dia, terdengar dari suaranya bahwa dia teramat lelah. Oh iya, sebelumnya dia juga bercerita via telpon kalo beberapa hari yang lalu dia diserempet motor. Kejadian itu sampai merusakkan sepatunya hingga tidak bisa dipakai lagi, konon dia akhirnya menggunakan kantong plastik sebagai alas kaki karena gagal mendapatkan sandal... Betapa malangnya yayangku :( Andai aku berada di situ, pasti akan kugendong dirimu :p

Akhir pekan berlalu... Aku menghabiskannya dengan mengurus persiapan reuni kawan2 saat sekolah dasar... Sementara dia, kuberharap dia sedang memikirkanku... Dan benar saja, siang itu SMS darinya kuterima, berisi ucapan selamat berlibur, beristirahat, merindukannya. Kubalas saja via HP teman SD-ku, kukirim SMS yg intinya: sampai ketemu lagi, aku sayang kamu. :p

Awal pekan yang baru, ada rasa kesal karena nggak kesampaian ketemu dia di akhir pekan. Kubuat dan kukirim e-mail yang mengungkapkan perasaanku. Beginilah isi e-mail tersebut:

--- mulai cuplikan e-mail, di-edit seperlunya ---

Assalamu alaikum...

Setelah berpikir dan menganalisa situasi dan kondisi hubungan kita. Bukankah selama dan sejauh ini, aku yg aktif sedangkan kamu cenderung pasif. Dan sepertinya tidak akan seimbang jika dibiarkan seperti ini terus. Maka mulai sekarang, aku akan mencoba pasif dan memberi kesempatan padamu untuk aktif. Aku nggak akan minta macem2, usul macem2 dsb... Karena toh hubungan yg baik itu harus selaras antara aku dan kamu. Hidup ini memang penuh dinamika, aku berharap dg keberadaanmu bisa menjadikan keadaan lebih baik lagi. Tapi setelah kuanalisa dg angka, kok ya jadi "maap" nggak seperti harapanku. Bukannya aku nggak ikhlas dsb... Tapi untuk tetap menjaga keseimbangan pendapatan-pengeluaranku... HP-ku hrs puasa nggak kuisi pulsanya... :) Mudah2an kamu bisa mengerti.

Bagaimanapun jg, aku berusaha untuk tetap sayang kamu. Dan mudah2an kamu juga sayang aku.

Yours,
RaKa

--- akhir cuplikan e-mail, di-edit seperlunya ---

Beberapa jam kutunggu... Tidak ada respon dari dia... Kukirim SMS via e-mail, masih juga nggak dijawab... Dan lebih kurang pukul empat sore, telpon meja kerjaku berdering... Kuangkat dan terdengarlah suara merdu dari seberang sana, "Halo ini aku..." Ternyata dia yang menelponku, sambil terdengar agak sedih dia mengabarkan bahwa dia baru saja mengalami kecelakaan kendaraan bermotor. Mobil kantor yang dia berada di dalamnya mengalami tabrakan. Kalau nggak salah semacam tabrakan beruntun gitu deh. Dan saat ini dia sedang berada di rumah sakit tapi kondisinya nggak parah dan sepertinya nggak sampai harus dirawat inap... Syukurlah... Berikutnya kukirim SMS yg isinya adalah menyemangati dan memotivasi dia supaya dia nggak merasa kesepian di rumah sakit, dan tak lupa kusisipkan tiga kata yg mungkin saja selalu membuat dia tersenyum saat membacanya: aku sayang kamu :)

Ketika aku di perjalanan dari kantor menuju rumah. SMS darinya datang lagi, intinya: "trims atas perhatian dan simpati yg kamu berikan, aku merasa bahagia." Dan begitu sampai di rumah, segera saja kutelpon dia dari wartel. Hmm, ternyata dia baru mau mandi. Kutanyakan bagaimana keadaannya, aku kan pengen tau detilnya. Apakah ada yg cacat, patah2, luka2 atau cidera. Sambil kudengar senyumannya dia berkata, "Ini makanya baru mau diperiksa... :)" Umm, senang sekali rasanya mengetahui bahwa dia baik2 saja. Dan kini, aku ingin sekali untuk bertemu dengannya.

+ versi dua +

Aku punya kenalan via e-mail, yaaah temen cyber laah... boleh kenal di alam maya :p... singkat cerita... setelah kami merasa sudah saling dekat, maka kami janjian untuk ketemu di alam nyata... aku dan dia lalu ketemuan di suatu tempat, sebut lah Blok M plaza... trus karena besoknya adalah hari kerja (kami tuh ketemuan hari senin malem selasa) dan hari sudah mulai malam, maka kami berpisah untuk pulang ke tempat masing2... singkat cerita... pas hari libur, kami ketemuan lagi di tempat yg sama... sebut lah Blok M plasa :D... tapi kali ini masih siang gedombrang, cuaca cerah dan cukup panas tapi di hati kami nampaknya ada sesuatu sedang bersemi... ciyeeegh... uhuhuy... trus kami jalan2 ke Gramedia, nyari buku Filosofi Naif (bla bla bla)... eh bukunya ternyata tinggal tersisa satu eksemplar, itu berdasarkan informasi dari komputer yg online ke kasir (sepertinya)... lalu setelah buku itu ketemu dan kubeli dan kubayar dan kuambil kembaliannya (walaupun aku nyaris melupakan kembalian itu karena bengong bahkan aku sempat menginjak bagian belakang sandalku yg dipakainya dan dia bilang, "K... aku tau kalo aku tuh mempesona... tapi kamu nggak usah sampe kaya' gitu sih... *sambil senyum*" Hmm, aku jadi tersipu malu... oh iya, sebelum masuk toko buku dia sempat menukar sepatu kerjanya dengan sandal jepit yg kebetulan ada di tasku). Kami makan bakso di kaki lima pasar serbaneka Blok M... aku juga sempet sholat ashar sementara dia nggak ikutan karena lagi berhalangan, maklum lah perempuan dewasa :p... setelah aku selesai sholat, kami lalu berencana untuk jalan2 lagi tapi nggak jelas mo kemana... hehehe... dia sempat mampir ke toko kelontong yg jualan obat, karena kami kebetulan melewatinya... eh tau nggak, dia beli jamu... tapi aku nggak ngerti itu jamu apa'an... kami ngobrol banyak banget, sampe aku lupa detil informasi apa aja yg udah kami omongin... singkat cerita... berhubung hari udah menjelang senja, kira2 lepas ashar menjelang maghrib... kami akhirnya udahan jalan2nya... e... e... e... aku malah menawarkan diri untuk nganter sampe ke rumahnya... dia sih sempet bilang kalo rumahnya tuh juauuuh buanget... tapi, namanya juga "terhipnotis"... yaa begitu dech... hehehe... ternyata rumahnya di Bekasi coy... hmm... diperpanjanglah waktu kebersamaan kami :)... sepanjang perjalanan kami saling bercerita macem2, mulai dari A sampai P (soalnya Q sampai Z nya disisain buat di waktu lain). eh... bisnya pake nyasar pula (maksudnya salah naik) :( harusnya ke Bekasi Timur, eeee malah ke Bekasi Barat... jadilah kejadiannya mirip Force of Nature... hehehe

Alkisah... tibalah kami di tempatnya... aku ketemu ama bundanya... trus ngobrol2 lumayan panjang... eh, di kamar ada adiknya yg bungsu yg kuliah di IPB dan lagi liburan tapi kaya'nya capek banget dan nggak berselera ngobrol dengan orang asing... hehehe... sempet dinner juga aku ama kenalan aku itu dengan menu sederhana tapi mewah :) ummm, setelah bincang2... nggak lama kemudian ayahanda dan adiknya yg anak kedua yg kerja di Fuji Film pulang... aku kenalan ama keduanya, trus nggak lama kemudian aku udah ngobrol panjang x lebar x tinggi ama tuh orang Fuji Film... lalu lalu... aku ngobrol ama ayahandanya tentang masa muda beliau mulai dari pas seusiaku saat ini... dan yg mengagumkan adalah, bahwa beliau ingat betul detil peristiwa belasan tahun silam... hmmm... ternyata beliau bukan orang sembarangan, beliau adalah pribadi unik seperti diriku... hehehe... jadi cocok deh cerita sana-sini sampe kenalan aku ngantuk dan tidur di kamarnya, dan seluruh keluarganya (maksudnya ibunda dan kedua adiknya) terlelap juga di peraduannya masing-masing (sepertinya).

Waktu menunjukkan jam satu dini hari (kalo nggak salah). Akhirnya walaupun aku udah berusaha nahan ngantuk karena pengen denger cerita pengalaman extraordinary... mata dan terutama mulut-ku nggak bisa berdusta... menguaplah diriku sejadinya... dan beliau rupanya mengerti kalo aku udah mulai turun kualitas dayanya... hehehe... akhirnya beliau memutuskan untuk to be continued...

Hmm... Nyenyak juga aku tidur walaupun tuh tempat notabene adalah asing bagiku... sepertinya ini adalah pertanda yg baik yaa :p... pas pagi harinya tapi masih waktu subuh, aku bangun dan ke kamar mandi untuk sekedar menyegarkan diri dan berwudlu... setelah sholat subuh, aku lalu ke teras depan untuk menghirup udara pagi yg masih segar sambil membawa buku yg baru kubeli (maksudnya sih pengen di-baca2)... emm... ayahandanya kenalanku itu ternyata udah punya rencana mo ngoprek motor honda yg olinya naik ke ruang bakar... jadinya, sementara beliau dan orang Fuji Film itu ngoprek motor... ya aku sibuk sendiri baca buku baru itu... berhubung aku nggak (baca: belum) ngerti (baca: jago, ahli) mesin motor bakar... trus sang ibunda keluar untuk belanja trus pulang trus sibuk di dapur trus ke teras mbawa makanan kecil... umm, kalo nggak salah inget, kue manju-nya DoraEmon dan tempe yg agak mendoan gitu deh... eh eh eh... tapi sebelum itu, kenalanku keluar dulu mbawa susu Dancow coklat (ehmmm, uenaaaak :p)... oh iya, walaupun belon mandi... kenalanku itu keliatan maniiiiis banget *mungkin karena efek naksir abis kali yeee :D*

Kenalanku, ayahanda dan ibundanya sempat terlibat obrolan yg lumayan serius denganku beberapa saat kemudian. Kami membicarakan berbagai topik yg cukup menarik, tapi aku nggak inget jelas karena (setelah ku-pikir2) ada yg lebih menarik dari obrolan kami dan jelas lebih manis dari Dancow coklat yg tinggal setengah gelas... aku terpukau dan terpesona karenanya... sekali kulihat... hmm... indah, manis, membawa ketenangan... kulihat kedua kalinya... hmm... semakin indah, semakin manis, dan hatiku tambah tenang... waaah... pokoknya... kalo diterusin bisa lupa daratan dan lautan dech... hehehe... singkat cerita... sang ibunda pergi ke dapur sementara sang ayahanda melanjutkan ngoprek mesin motor yg udah diturunkan... tinggal aku dan dia duduk pada sofa yg sama hanya berjarak beberapa senti... brrr... jika saja aku bukan orang yg beriman, pasti udah kumanfaatkan kesempatan itu... tapi berhubung aku masih menjunjung tinggi nilai2 ajaran leluhur yg arif dan bijaksana, jadi kupertahankan jarak itu... kami berdua lalu ngobrol2, tapi sifatnya umum... aku sama sekali nggak merayunya karena malu dong sama ayahandanya yg ada di dekat situ...

-+ bersambung jika memungkinkan +-

Terima kasih sudah menyempatkan diri untuk membacanya...

published by: Monsieur RaKah @ 28.9.03

Berbagi rasa, berbagi suka, berbagi ide dan pengalaman

.: is this rha-k's webLOG? :.

Previous post: Thanks Today... Today Thanks... :: senyum ::... :: temuan ::... Today Thanks... saatnyacurhat... Today Question's... Tips of Life... Ucapan Selamat... Today Thanks...

This page is powered by Blogger :)


 
     
 
  Mardi-k Lab. (contact) 1996-sekarang