<$BlogRSDUrl$>
ini untuk banner blogger
  tempatkita       tempatku  
   
 
     
 

Wednesday, July 16, 2003

saatnya
curhat

Today Thanks

Tuk dechi: Iya nih Chi, kadang bingun jg mau posting apa. Abis menyesuaikan tema berbagi rasa, berbagi suka, berbagi ide dan pengalaman. Begitulah cerita singkatnya ^_^ Daagh Dechi...

Tuk mot: Idiiih, WebLog kamu joyok ih... hehehe (becanda koq). Eh, itu dapet alamat e-mail dari mana. Condro itu nama orang khaan? :)

nih dia...
curhat-nya

Entah bagaimana lagi aku harus menyikapi rasa ini, sungguh berat sekali jika aku harus mengabaikan dan berpura-pura bahwa tidak sedang terjadi apa-apa pada diri ini. Aku menyadari bahwa aku memang berbeda dari yang lain, karena aku memang adalah diriku sendiri. Tiap pribadi itu unik, dan menjadi unik itu adalah alamiah sekaligus anugerah.

Alangkah indahnya kalau dua pribadi yang unik dapat bersama, saling membuka diri, saling memahami, berjalan beriringan, bergandengan, saling mendukung dan saling menguatkan. Bukannya saling menyakiti, mempermasalahkan perbedaan dan hanya mementingkan kepentingan diri sendiri. Terbayang di pikiranku, bahwa suatu saat aku akan bertemu dengan pribadi selainku yang dapat memahami pribadi ini. Betapa bahagianya, saat kekurangan dan kelemahanmu dikoreksi dan dilengkapi oleh pribadi tersebut. Sehingga semakin mendekati kesempurnaanlah hidup ini.

Telah kutemui dan kukenal pribadi-pribadi yang begitu mengesankanku. Ada yang tegar, ada yang rapuh, ada yang cuek, ada yang angkuh dan begitu egois. Tapi ketika aku mengenal pribadimu walaupun belumlah jauh, ada kesan yang lain. Perasaan bahwa mungkin kamulah pribadi yang aku nantikan, yang akan mengoreksi dan melengkapi celah di pribadiku.

Aku memberanikan diri untuk mengutarakan rasa yang aku alami padamu. Berharap kalau kamu juga merasakan hal yang serupa. Tapi sambutanmu kok ya dingin begitu, seolah mengabaikanku dan seolah tidak ada apa-apa. Atau memang begitukah yang terjadi sebenarnya? Betapa bodohnya aku kalau ternyata mengulangi kekeliruan yang beberapa tahun silam pernah aku lakukan karena keterbatasanku saat itu.

Dulu, waktu aku masih remaja dan belum begitu mengerti pernak pernik, serba serbi dan permasalahan di dalam kehidupan. Aku sepertinya pernah mengalami rasa seperti ini, sebuah gejolak energi yang kadang tidak terdefinisi dengan pasti. Waktu itu, ada perasaan serba salah yang kadang mengganggu saat sedang berkonsentrasi melakukan sesuatu. Berkelebatan bayangan-bayangan yang mengusik fokus pikiran, kadang membuatku tersenyum, kadang membuatku sedih. Berdasarkan informasi dan keterangan dari mereka yang aku rasa lebih berpengalaman dan kompeten dalam hal ini, rasa ini adalah suatu hal yang biasa dialami oleh anak manusia. Suatu pemberian dan anugerah dari yang maha kuasa, agar kita lebih seimbang dalam menjalani tugas di dunia. Sebab tanpa rasa ini, manusia hanya akan seperti mesin yang hanya bekerja, melakukan rutinitas, tidak ada rekreasi dan tanpa inisiatif sesungguhnya. Sejak saat itu, aku tidak lagi merasa khawatir karena rasa ini bukanlah penyakit atau hal yang bisa merugikan. Malah sebaliknya, karena rasa inilah aku mulai memberdayakan sisi kreatifku.

Menyelami dunia pemrograman komputer, menjelajahi samudera informasi, menelusuri jalan maha raya informsi, berusaha membangun tempat pribadi di dunia maya. Hal baru tersebut menjadi kegiatan yang mulai aku lakukan. Kutuangkan, kucurahkan efek dan akibat dari rasa ini pada teks, grafik dan animasi yang mungkin bermanfaat bagi pribadi lain. Bukannya sombong ataupun bersikap angkuh, tapi semua itu rata-rata aku tempuh sendirian. Walaupun memang aku mendapat dukungan materi maupun non materi dari keluargaku terutama ayahanda dan ibunda. Juga tentu saja dari sang pemberi hidup. Syukur dan terima kasih selalu dan tak akan pernah berhenti aku lakukan.

Kembali ke masa kini, apakah rasa ini juga akan mengalami kelanjutan yang sama seperti yang pernah aku alami di masa lalu? Aku sama sekali tidak berharap demikian. Aku memimpikan bahwa rasa ini dapat mengantarku ke kehidupan baru yang lebih baik. Tapi aku menyadari bahwa hal ini tidaklah dapat kugapai sendirian, aku butuh pribadi lain yang kemungkinan besar adalah kamu. Maukah kamu mengerti aku? Sudikah kamu memberi aku kesempatan untuk membuktikan kesungguhanku? Kalau dahulu aku masih begitu lugu dan polos. Kini, aku sudah banyak mempelajari teori dan referensi tentang rasa ini. Aku juga merasa sudah menguasai tip dan trik untuk memberdayakan rasa ini. Walaupun jujur kuakui, aku mungkin saja dapat terjebak dan tidak berkutik karenanya. Ya, seperti apapun kemampuan dan keahlian seorang manusia, sering tidak berdaya jika melawan kehendak alam. Hmm, kalau begitu... rasa ini adalah kehendak alam ya? Dan kalau memang demikian, biarlah waktu yang menyelesaikan. Aku hanya akan melakukan peranku sebaik-baiknya. Aku cuma bermimpi, berharap, dan berusaha untuk mewujudkannya. Selebihnya, kuserahkan pada Yang Maha Kuasa.

:: untuk seseorang yang mungkin adalah jodohku ::

published by: RaKa Mardika @ 16.7.03

Berbagi rasa, berbagi suka, berbagi ide dan pengalaman

.: is this rha-k's webLOG? :.

Previous post: Today Thanks... saatnyacurhat... :: temuan ::... :: temuan ::... saatnyacurhat... :: temuan ::... saatnyacurhat... :: temuan ::... Udah mulai dandan ;)... Masih Polos...

This page is powered by Blogger :)


 
     
 
  Mardi-k Lab. (contact) 1996-sekarang