<$BlogRSDUrl$>
ini untuk banner blogger
  tempatkita       tempatku  
   
 
     
 

Wednesday, August 18, 2004

merdeka!!!

Teman(s),

Diriku jd tergelitik utk ikutan sumbang buah pikiran, berharap teman2 nggak keberatan utk mencernanya :)

Kemarin (17 Agustus 2004), di TransTV (kalo ndak salah), ditayangkan dokudrama (dokumentasi drama) pustaka tokoh bangsa, kebetulan yg diangkat adalah Bung Karno, Bung Hatta, dan Bung Sjahrir. Sayang, utk BK dan BH, diriku nggak (belum) nonton karena pulas berhubung disergap rasa kantuk. Kira2 jam 15:30 an, rasa kantuk telah hilang, dokudrama BS pun jd konsumsi mata. Di sana dijelaskan bahwa BS berasal dari kalangan berada kala itu, disinggung juga bahwa BK dan BH mirip2 demikian. Pd jaman itu, saat Nusantara sedang diperah oleh kolonialisme Belanda dan Jepang, ketiga Bung ini beruntung bisa hidup layak dan menikmati pendidikan berkualitas baik, bahkan sampai studi ke luar negeri (Belanda) pula.

Dari kondisi (lebih baik daripada kondisi bangsa secara umum) itulah, di dlm kepala para Bung ini muncul ide utk meng-independen-kan Nusantara. BS diceritakan cukup dekat dengan kaum komunis, diceritakan bahwa BK dan BS sempat dekat dg pihak Jepang, berdalih perjuangan diplomatis. Diceritakan saat Bom Atom jatuh di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang membentuk BPUPKI (Badan Penyelenggara Untuk Persiapan Kemerdekaan Indonesia, harap koreksi jika salah). BS berkeyakinan bahwa Jepang akan ingkar utk me-merdeka-kan Indonesia, seandainya tepat janji pun, maka kemerdekaan Indonesia adalah hadiah dari penjajah dan bukan hasil perjuangan bangsa Indonesia, dan ini akan merendahkan martabat bangsa Indonesia di mata internasional. Oleh sebab itu, BS berpendapat bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia mesti dipercepat.

Pd masa pra kemerdekaan. Diceritakan bahwa BS berdiskusi dg seorang Tokoh Komunis, perihal sosok yg tepat utk mem-proklamasi-kan Indonesia. Tokoh Komunis itu berkomentar, "Mengapa tdk anda sendiri?" (menunjuk kpd BS). BS menjawab bahwa dia merasa kurang dikenal oleh rakyat. Sedangkan BK dan BH dianggap terlalu dekat dg Jepang. Diceritakan bahwa hubungan BS dg BK dan BH sempat renggang. Diceritakan pula bahwa nama Tan Malaka (tokoh komunis asia) sempat dimunculkan sbg bakal calon proklamator Indonesia. Namun diceritakan bahwa Tan Malaka menolaknya beralasan serupa dg alasan BS. BS diceritakan berhaluan sosialis, BK diceritakan berhaluan nasionalis, BH diceritakan berhaluan kerakyatan. Diceritakan kemudian bahwa BK dan BH diculik oleh para pemuda dan dibawa ke Rengas Dengklok. Diceritakan bahwa BS sempat membuat Teks Proklamasi namun di-revisi menjadi teks yg dibacakan oleh BK pd 17 Agustus 1945 kira2 jam 10 pagi. Di saat2 bersejarah itu, BS diceritakan berada jauh dari perhatian publik.

Diceritakan bahwa saat BK menjadi Presiden dan BH menjadi Wakil Presiden, BS dianugerahkan menjadi Perdana Menteri. Namun perjalanan sejarah mencatat, BS kemudian diasingkan dari pentas politik hingga akhir hayatnya. Dokudrama tsb mengomentari bahwa pengasingan BS setelah Indonesia merdeka mirip dg yg dilakukan Belanda pd pra kemerdekaan. Pd pra kemerdekaan, Belanda mengasingkan BS karena dianggap menyebarkan pemikiran2 yg membahayakan stabilitas pemerintahan.

Teringat sebaris kalimat, sejarah tdk pernah mengatakan hal yg se-sungguh2nya. Sbg generasi masa kini dan masa depan, kita semestinya menyadari bahwa kondisi kini dan ke depan jelas lebih kompleks dibanding masa lalu. Penjajahan kini tdk lg hanya berbentuk penjajahan fisik yg kentara, membentuk pemikiran, pembentukan pola hidup dan kebutuhan, komando utk berkiblat pd suatu arah tertentu, penyeragaman konsumsi dan selera, menganggap selainnya sbg lawan yg mesti dibuat sewarna atau malah mesti diperangi, itulah sebagian metode kolonialisme masa kini.

Membebaskan diri dari penjajahan memang tdk mudah. Bahkan sebagian kalangan berpendapat bahwa sesungguhnya manusia tdk pernah merdeka, ber-argumen bahwa aturan dari Yg Maha Kuasa selalu mengikat segala hal tentang kehidupan. Benarkah demikian? Saya pikir perlu kajian lebih dalam. Tdk dpt dipungkiri bahwa alam terdiri dari hal yg beraneka ragam. Warna sendiri terdiri dari variasi yg hampir tdk terbatas, sedangkan mata sbg indera penglihatan kita pun ada batasannya, dan secara alamiah ada yg tdk bisa dilihat mata manusia. Teringat konsep rekonsiliasi, warna warni semestinya menjadikan kita seperti bunga2 di taman, masing2 punya andil dari keindahan dan keharuman keseluruhan. Jadi, kita2 sbg insan yg merasa sbg anak nusantara, sudah selayaknya mengambil peran kita utk ikut mengusung harga diri bangsa Indonesia.

Cukup sudah saling menyalahkan. Bersama kita bisa...!!! :) Yuk sekarang kembali ke rutinitas masing2 ;)

--- sebelumnya ---

From: Zulfikar Efri
Sent: Wednesday, August 18, 2004 8:01 AM

Dear,
Gw setuju banget ama mksd iday, bearti gw kira klo elo day berfikir kayak gitu dan semua masyarakat di indonesia berfikir secara positif kayaknya dapat memberantas kemiskinan deh....:)
So klo kita punya duit banyak elo pade harus mikir dua atau tiga kali klo mo upgrade HP baru, beli motor ataupun beli mobil dikarenakan masih banyak dilingkungan sekitar kita yang mo mkan aja sulit atau jangan2 teman2 kita di TC yang memang sedang memerlukan uang dikarenakan keluarganya lebih membutuhkan atau bahkan kakak kandung kita sendiri? apakah elo pade siap dengan ini? gw cuma sangat pesimis masyarakat yang dah tebentuk lebih mementingkan dirinya sendiri untuk melakukan ini semua (semoga pikiran gw salah....:))
Tapi yang jelas bantulah dari orang yang paling dekat......

Merdeka...... Indonesia kU..........

--- sebelumnya ---

From: fadli
Sent: Tuesday, August 17, 2004 9:35 AM

Teruntuk para pecinta negri,

Sebuah momen yang telah lama bias seharusnya bisa kita kembalikan pamornya. Detik kemerdekaan adalah puncak perjuangan pemuda (di jaman itu..) sekaligus garis start menuju kemakmuran yang gak ada garis finishnya.

Gak perlu lah muluk-muluk punya jiwa dan keikhlasan seperti pendahulu kita (pejuang...), tapi yang kita mesti fikirkan apa iya kita sebagai tulang punggung bangsa yang mengaku punya kelebihan intelektual dan daya akses informasi tak terbatas hanya mampu menjadi mesin-mesin kapitalis yang hanya menghisap darah buruh-buruh yang sudah gak punya darah lagi.

Lalu apa bedanya kita sama koruptor, penjahat ekonomi, dan pejabat bejat..?

Dimana tanggung jawab moral kita sebagai orang-orang yang "ngerti" kepada mereka yang bahkan 26 huruf pun gak hafal...?

Dan jangan dulu bertanya peran kita terhadap bangsa, negara, dan agama. Tetapi apa kontribusi kita kepada lingkungan sekitar..? kepada masyarakat yang buta informasi..? kepada teman-teman yang kurang kesempatan..? kepada orang tua kita yang terdoktrin dengan orde baru..?

Memang benar kita harus ikhlas dalam membawa perubahan dan perbaikan. Tapi kita juga mesti tau, apa langkah yang paling sederhana untuk ke sana... Karena untuk mencapai 1000 langkah kita harus memulainya dengan satu langkah... Mungkin awalnya merangkak, lalu baru belajar berdiri, kemudian berjalan, berlari, lompat, terbang...

Jangan bertanya apa yang sudah negaramu berikan untukmu, tapi bertanyalah apa yang sudah kamu beri untuk negaramu (George Washington)

Segenap cinta untuk tanah air dan kalian,

Idhay

--- sebelumnya ---

Zulfikar Efri wrote:

Daer all My Bros N SIS'

MERDEKA juga deh... Tapi menurut gw tugas kita yang terutama untuk meneruskan Cita2 Para Pejuang yang Sangatlah LUHUR dan bukan mengancurkannya....

Kenapa kita harus meniru dan selalu mengambil nilai negatif dari kebudayaan barat? berbusana yang memang bukan buadaya kita dimana aurat dapat kita lihat secara GRATIS... (klo Laki2 sih maunya....:P bukan gitu Bang Mandra?)

Kenapa selalu budaya adu domba yang dulu pernah menghancurkan negri ini dapat mudah sekali terserap dalam benak kita sehingga persatuan dan kesatuan yang dulu ada menjadi berantakan

Bros N SIS' ternyata masih banyak lagi yang mungkin satu atau beberapa diantara Qt salah mengartikan dari perkembangan zaman ini dan gw harap dan sangat mengharapkan JANGANLAH KITA SELALU BERKOMENTAR INI ATAU ITU TAPI LAKUKANLAH DENGAN PENUH IKLAS SEPERTI PARA PEJUANG QT DULU

Ok deh sekali lagi
MERDEKA...........

Best Regards,
efrie zulfikar

--- sebelumnya ---

From: muhid syahromi
Sent: Monday, August 16, 2004 10:45 AM

Bersama ini gw mo ngucapin,
DIRGAHAYU HUT RI
17 Agustus
Sekali Merdeka Tetap Merdeka

Merdeka ataoe Mati Boeng !!!

Lelaki

published by: RaKa Mardika @ 18.8.04

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

Berbagi rasa, berbagi suka, berbagi ide dan pengalaman

.: is this rha-k's webLOG? :.

Previous post: Siapakah Jodohku?... jokes of the day... hidup = menunda kematian?... Jika Aku Jatuh Cinta... hewan kontroversial?... makan #sensor# = nguik2?... dikaukah kekasih?... p o l i t i k... generasi kempong... karena tidak semuanya adalah karunia...

This page is powered by Blogger :)


 
     
 
  Mardi-k Lab. (contact) 1996-sekarang